Panglima TNI juga menyoroti perkembangan situasi global, khususnya konflik Iran–Israel dan Amerika Serikat yang masih memanas serta berdampak luas terhadap kondisi politik dan ekonomi dunia.Panglima TNI juga menyoroti perkembangan situasi global, khususnya konflik Iran–Israel dan Amerika Serikat yang masih memanas serta berdampak luas terhadap kondisi politik dan ekonomi dunia.

Denpasar – Inspektur Kodam (Irdam) IX/Udayana, Brigjen TNI Subagyo W.G., memimpin upacara 17-an yang digelar di Lapangan I Gusti Ngurah Rai, Kepaon, Denpasar, Senin (20/4), diikuti prajurit TNI dan PNS se-Garnisun Denpasar.

Dalam upacara tersebut, Irdam IX/Udayana membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat, dedikasi, serta loyalitas seluruh personel TNI dalam menjalankan tugas di tengah dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang semakin kompleks.

Panglima TNI juga menyoroti perkembangan situasi global, khususnya konflik Iran–Israel dan Amerika Serikat yang masih memanas serta berdampak luas terhadap kondisi politik dan ekonomi dunia. Dalam konteks tersebut, TNI juga kehilangan sejumlah prajurit terbaik yang tengah menjalankan tugas di wilayah perbatasan Israel–Lebanon.

“Sebagai dampak krisis energi global, kita juga harus melaksanakan efisiensi anggaran dan energi, serta work from home setiap hari Jumat. Namun demikian, kesiapan dan kewaspadaan satuan dalam melaksanakan tugas pokok di wilayah masing-masing harus tetap terjaga,” tegas Panglima TNI dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI agar bijak dalam bermedia sosial. Menurutnya, derasnya arus informasi yang tidak terverifikasi, hoaks, serta provokasi berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Prajurit dan PNS TNI harus mampu menjaga nama baik institusi dengan menyebarkan hal-hal positif serta merespons secara santun apabila terdapat informasi yang merugikan TNI di media sosial,” ujarnya.

Di akhir amanat, Panglima TNI menekankan agar tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Selain itu, seluruh prajurit diharapkan terus mengikuti perkembangan lingkungan strategis, meningkatkan kewaspadaan, menjunjung tinggi hukum, serta menjaga kehormatan institusi di mana pun bertugas.

Dengan sikap profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif (PRIMA), prajurit TNI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa di tengah perubahan lingkungan strategis yang dinamis. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *