Karangasem – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan di Bali. Selama 44 hari berturut-turut, jajaran Kodim 1623/Karangasem melakukan pembersihan eceng gondok di Danau Yeh Malet, sebagai langkah nyata memulihkan ekosistem danau yang sempat terganggu.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Selasa (31/3), menunjukkan komitmen berkelanjutan TNI dalam menjaga kualitas lingkungan hidup yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Memasuki hari ke-44, proses pembersihan yang dipimpin Danramil 1623-05/Manggis, Arief Budi Santoso, telah mencapai sekitar 80 persen. Pembersihan dilakukan secara rutin dan terencana hingga danau benar-benar terbebas dari gulma liar.
Eceng gondok yang tumbuh masif sebelumnya dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem dan menurunkan fungsi danau, baik sebagai sumber air maupun penunjang aktivitas masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai sarana pendukung, seperti alat berat excavator, perahu ponton, perahu viber, hingga armada pengangkut. Sinergi peralatan dan personel ini mempercepat proses pembersihan serta memastikan penanganan berjalan efektif.
Komandan lapangan, Kapten Inf Arief Budi Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap lingkungan hidup.
“Pembersihan ini akan terus kami lakukan hingga tuntas, sehingga Danau Yeh Malet kembali bersih dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.
Melalui aksi ini, Kodim 1623/Karangasem menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai penggerak pelestarian lingkungan.
Diharapkan, upaya ini mampu mengembalikan kondisi Danau Yeh Malet menjadi lebih sehat, sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi warga, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun keberlanjutan sumber daya alam. (yon/red)

