Jembrana – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Jembrana untuk meninjau langsung Marseling Area Yonif TP 928/Brata Sena Yudha di Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Sabtu (14/3).
Kedatangan Pangdam disambut dengan jajar kehormatan oleh personel jaga, serta diterima langsung oleh Danyonif TP 928/Brata Sena Yudha, Dandim 1617/Jembrana, dan Danyonif 741/Garuda Nusantara. Turut mendampingi Pangdam dalam kunjungan ini, antara lain Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi, Irdam IX/Udayana Brigjen TNI Subagyo W.G., Asrendam IX/Udayana, Asops Kasdam IX/Udayana, serta Kazidam IX/Udayana.
Dalam pengarahannya di hadapan ratusan personel, Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa kedudukan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di Jembrana memiliki standar profesionalisme yang setara dengan satuan TNI lainnya di seluruh Indonesia.
“Pada intinya, Yonif TP tidak berbeda dengan Batalyon lain. Semuanya adalah prajurit terlatih. Fokuslah pada setiap tugas yang diinstruksikan agar seluruh target tercapai dengan lancar. Tetap jaga semangat dan kesehatan kalian,” tegas Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam memberikan penekanan keras mengenai jati diri prajurit sebagai Tentara Nasional. Pangdam menginstruksikan agar tidak ada sekat-sekat primordialisme dalam satuan. Menurutnya, keberagaman adalah kekuatan, bukan pemisah.
“Prajurit TNI tidak membedakan suku maupun agama. Kita di sini satu. Tidak boleh ada yang memandang latar belakang suku atau bermain-main dengan isu SARA,” lanjutnya.
Menjelang peringatan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang akan berlangsung dalam waktu dekat, Pangdam berpesan agar seluruh prajurit meningkatkan kewaspadaan dan mempererat sinergitas dengan masyarakat. Pangdam mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai toleransi demi menjaga kesucian hari raya.
Pangdam menekankan agar tidak ada satu pun anggota yang melakukan pelanggaran yang dapat mencederai kekhusyukan ibadah maupun merusak hubungan harmonis dengan warga sekitar. (yon/rls)
