Belu – Di tengah suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, prajurit Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad tetap menunjukkan kesiapsiagaan tinggi. Mereka berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal dari Timor Leste ke wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Selasa (24/03).
Penggagalan tersebut bermula dari patroli rutin yang dilaksanakan personel Pos Silawan di sejumlah jalur tikus yang dikenal rawan aktivitas ilegal lintas batas. Dalam penyisiran yang dilakukan pada dini hari, petugas menemukan sejumlah barang mencurigakan yang disembunyikan di area semak dan pepohonan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, barang tersebut diketahui berupa enam ballpress pakaian bekas yang diduga hendak diselundupkan tanpa melalui prosedur resmi.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Makosatgas untuk proses pengamanan lebih lanjut, sembari menunggu koordinasi dengan instansi terkait.
Keberhasilan ini menjadi bukti profesionalisme dan kewaspadaan prajurit yang tetap siaga menjalankan tugas, meskipun berada dalam suasana hari raya.
Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Erlan Wijatmoko, menegaskan bahwa momentum Lebaran tidak mengurangi fokus prajurit dalam menjaga wilayah perbatasan.
“Di tengah suasana Lebaran, kami tetap mengedepankan kewaspadaan, terutama di daerah rawan seperti Silawan yang memiliki banyak jalur tidak resmi. Pengawasan akan terus ditingkatkan agar setiap potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.
Wilayah Desa Silawan sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan di perbatasan RI–Timor Leste karena banyaknya jalur tidak resmi yang kerap dimanfaatkan untuk aktivitas penyelundupan.
Dengan pengamanan yang terus diperketat, diharapkan stabilitas dan keamanan wilayah perbatasan tetap terjaga, sekaligus menekan berbagai potensi pelanggaran hukum lintas negara. (rls/red)
